Friday, May 24, 2019

4 Jenis Manusia (Yang Bereaksi) Menghadapi Ejekan


4 Jenis manusia yang bereaksi menghadapi ejekan
Pict : Intisari_grid


Entah kapan pertama kali celaan dan ejekan terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Setidaknya Al Qur'an mencatat adegan kisah Nabi Nuh Alaihisalam ketika Baginda Nuh sedang membuat bahtera. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka pun mengejek dan mencemooh Baginda Nuh Alaihisalam.

Mungkin, kalau dibuatkan dialog ala ludrukan akan jadi seperti ini: "Ciyeee, bikin kapal nih ye.." atau, "Oalaaaah, dasar wong gendeng, di tengah gurun begini bikin kapal segitu gedenya."

Tak jelas berapa kali ejekan-ejekan yang dilancarkan kaum Nuh sehingga melatarbelakangi Nuh membuat bahtera yang sangat besar. Mungkin ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali cemoohan. Mengingat usia Nuh yang sangat panjang. Semua itu Ia terima dengan kesabaran. Sehingga Ia termasuk salah satu nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi.

Tulisan ini sedikit akan mengklasifikasikan jenis-jenis atau tipe-tipe manusia (yang bereaksi) ketika menghadapi celaan dan ejekan. Tentu saja ini klasifikasi menurut saya, bukan menurut kaidah ilmu psikologi yang saya sendiri tidak menguasainya. Kalau menurut anda ada yang kurang, maka tambahilah. Dengan senang hati saya akan menerimanya.

Manusia tipe pertama, yaitu manusia tipe penguasa. Manusia jenis ini sangat tidak bisa menerima kritik, apalagi celaan kepada dirinya dan kelompoknya.

Syahdan, di suatu Kerajaan yang masyhur, Khalifah Harun al-Rasyid sangat ditakuti karena kediktatorannya. Bidang militer, sosial-budaya, pendidikan, dan segala lini kehidupan harus tunduk kepada perintahnya. Jangan coba-coba mengkritik, apalagi mencela. Kalau tidak mau mendekam di penjara atau hilang tinggal nama.

Sudah banyak tokoh yang 'diamankan' ketika Khalifah Harun berkuasa. Tidak sedikit pula yang 'pergi' hanya tinggal nama. Semua dilakukan demi dan untuk keberlangsungannya berkuasa.

Setiap ada rakyatnya yang mengkritik, pihak yang sedang berkuasa akan dengan mudah melabelinya provokator, separatis atau perbuatan makar yang ingin memecah-belah bangsa. Mereka dipandang cari gara-gara dan mengancam kedamaian dan stabilitas pembangunan nasional.

Maka, pada suatu hari dibentuklah sebuah korps, atau sebuah tim investigasi, oleh salah seorang menteri Khalifah Harun al-Rasyid, yang tugasnya mengawasi, menelaah, menilai, sekaligus mengevaluasi apakah aksi yang 'dianggap' meresahkan masyarakat itu masuk kategori makar atau bukan, dicari pasalnya yang cocok apa, lalu selanjutnya itu orang mau di-apa-kan.

Dari cerita tersebut kita bisa mafhum, yang sedang berkuasa, dari dulu ya memang begitu itu. Demi kelanggengannya berkuasa, sangat ketakutan jika suatu saat tidak lagi berkuasa. Maka dicarilah, atau dibikinkan policy-policy, pasal-pasal yang bisa menjerat para pengkritiknya.

Dari sekian banyaknya para pengkritik kekuasaan, ada satu orang dari zaman ke zaman yang tidak pernah tersentuh, yakni si cerdik Abu Nawas. Yang pada suatu hari menjadi sahabat karib Khalifah Harun al-Rasyid, karena sang Khalifah tahu bahwa Abu Nawas mengkritiknya tanpa pretensi apa-apa, selain melakukan sesuatu yang memang seharusnya dilakukan.

Tipe kedua, tipe rakyat jelata. Kalau ada orang yang mencela kita, di kehidupan nyata atau lewat sosial media, sekali dua kali, sehari dua hari, mungkin kita bisa bersabar. Tapi lama kelamaan agak menjengkelkan juga. Ingin segera berkata kasar. Kasar!

Penyelesaian dari masalah ini biasanya akan berlanjut dengan baku hantam secara lanang dan jantan. Ini adalah ciri khas manusia Jawa, maksudnya manusia-manusia Nusantara yang bermental ksatria, pokoknya gak banyak kembangan-kembangan, "del-del" langsung beres.

Tapi sayangnya, watak ksatria itu mulai luntur seiring perkembangan zaman. Di sosial media, setiap orang bebas membuat akun, merahasiakan personalitasnya. Makin banyak akun, makin ketahuan sifat dasarnya yang asli. Sama seperti halnya semakin banyak memakai topeng, -karena merasa personalitasnya tidak diketahui orang-, makin buruklah perbuatan si pemakai topeng itu. Mencela, mengumpat, membully, siapa saja tanpa kenal rasa takut.

Memang ini sedang zamannya tikus mengaku macan, kalaupun macan, tapi macan peliharaan. Di sosial media (kalau pinjam istilah urang Sunda mah) ngajago, tapi kalau didatangi dikehidupan nyata, yang tadinya singa, mendadak jadi ayam betina.

Tipe ketiga, tipe ngeyelan dan humoris. Salah satu contoh dari manusia tipe ini yaitu, legenda hidup musik Balada Indonesia.

Bagi kaum kalong, keberadaan dirinya diangggap sebagai munafik yang sudah tidak lagi vokal dan garang seperti dahulu, ia dianggap lebih condong kepada rezim yang didukung oleh kaum berudu.

Berbekal foto makan malam bersama capres kala itu, sontak saja langsung diejek oleh netizen yang maha benar. Padahal itu makan malam di rumahnya loh, di Leuwinanggung. Bukan di Istana.

Banyak yang bilang beliau sudah kehilangan taji. Tak lagi garang seperti dulu. Tak ada lagi lagu yang mengritik pemerintahan. Padahal koen ae sing gak weruh, Dul!

Meneng sik, cari tahu dulu kebenarannya. Jangan mengandalkan data yang sedikit, langsung nyerocos. Kakean menelan hoax, ndasmu isinya hoax tok.

Ya mungkin itulah cinta yang tak berbalas. Mengharapkan tokoh idolanya bersikap seperti yang dimaui, tetapi ketika kenyataannya tidak berkata demikian. Langsung patah hati. Akhirnya dendam, yang berujung pada rindu. Ciyeee...

Untunglah beliau orangnya selo dan humoris, setiap cuitan atau celaan yang datang kepadanya dibalas dengan cuitan lagi, singkat, dan bikin ngakak pihak ketiga (yakni pembaca budiman seperti saya).

Bagi para pencela beliau, justru akan bertambah jengkel karena ejekannya malah dibalas dengan lelucon. Bagi pembaca budiman seperti saya, justru sangat menghibur membaca celotehan-celotehan mereka. Bisa melihat pencela (yang kalau pinjam kalimat sarkasme di shitpost kids zaman now) gobloknya murni bawaan lahir. Atau, gobloknya seperti pipa air ruc**a, mengalir sampai jauh. Hahaha.

Tipe keempat, tipe diam, tidak membalas. Syahdan, rezim sudah berganti. Orde yang usang diganti orde paling baru. Sistem kerajaan berganti demokrasi. Khalifah Harun al-Rasyid digantikan oleh presiden Zackaria Al Wadidu. Yang lebih dikenal dengan alias Zack KW.

Abu Nawas semakin sepuh. Namun, ia masih tetap vokal kepada pihak yang sedang berkuasa. Mungkin sudah garis takdirnya berada di kiri persimpangan jalan, menemani jelata yang tersingkirkan.

Ia berkeras memegang kebenaran yang ia yakini. Kalau bilang A ya tetap A, B ya tetap B. Tidak ada tedeng aling-aling. Pokoknya gitu ya gitu. Ya memang begitulah wajahnya. Tak ada topeng-topeng yang menghalangi.

Persahabatannya dengan Begawan Tata Negara yang sangat njawani, membuatnya sangat yakin kalau di dalam sistem demokrasi, pemerintah itu bukan negara.

Kedaulatan berada di tangan rakyat, artinya tuan rumah atau si pemilik rumahnya adalah rakyat. Rumahnya adalah negara. Rakyat sebagai tuan rumah menggaji petugas (kalau tidak mau disebut buruh, babu, apalagi jongos) untuk mengurusi rumah yang disebut negara. Petugas itu (untuk sementara ini) disebut pemerintah (gak ada istilah lain apa ya?)

Masih feodalistis aja, hadeuh... Situ yang dibayar, situ yang memerintah. Enak temen sira. Ganti dong istilahnya, aparatur kek, petugas kek atau apalah.

Kalau di perusahaan swasta, rakyat tuan rumah berarti si bos, atau si owner. Sedangkan pemerintah hanyalah buruh kontrak 5 tahunan yang digaji oleh si owner. Begitulah analoginya.

Dalam suatu acara sarasehan di kampungnya, Abu Nawas tampil sebagai tamu yang diundang untuk sedikit cuap-cuap mengisi acara tersebut.

Ia menceritakan prinsip hidupnya, "Kalau saya bilang A, saya melakukannya sampai umur 65 tahun. Sampai sekarang A, (ya) A. Sampai sekarang, kalau saya bilang "Hei, saya tidak bisa dipanggil presiden. Saya yang berhak manggil presiden, karena aku rakyat, aku yang bayar. Itu saya lakukan. Dan saya tidak pernah mau dipanggil ke istana. Dan saya tidak bangga sama sekali. Hina saya kalau sampai ke sana".

Sama sekali tidak ada yang salah dengan prinsip hidup Abu Nawas. Ia berdaulat dengan dan kepada dirinya sendiri.

Secara nalar, memang tepat sekali kalau rakyat adalah yang menggaji petugas yang ngurusi negara. Kalau di suatu perusahaan, berarti bos yang menggaji buruhnya.

Si bos punya prinsip, akan menghinakan dirinya sendiri kalau sampai mau dipanggil ke ruangan buruhnya. Abu Nawas tidak menghinakan bos-bos lain yang mau datang ke ruangan buruhnya. Itu silakan saja. Prinsip itu berlaku untuk dirinya sendiri. Saya juga sepakat akan hal itu.

Jelas, ini bukan soal kesombongan Abu Nawas, memang begitulah cara berpikir dan prinsip hidup yang ia yakini.

Apa yang dikatakan Abu Nawas di atas adalah pelatuk, atau pemantik bagi nalar-nalar kita yang jumud. Yang masih terkungkung oleh cara berpikir feodalisme.

Bagi para fans garis keras Zack Al Wadidu alias Zack KW,  justru ini adalah santapan empuk nan lezat, ya kan? Kapan lagi bisa mencela si cerdik Abu Nawas.

Ayo, cela dan cemoohlah Ia. Tak akan kau dapati apa-apa selain cintanya. Ejeklah sampai habis energimu. Tapi berhati-hatilah kepada orang yang kalau dicela, dihina, diejek, ia diam saja. Bergeming. Tidak oyeg sedikit pun. Malah terus berjalan. Karena di dalam Al Qur'an ada teori, bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tapi Allah yang melempar. Bukan ia yang membalas, tapi Allah yang membalas. Nah, lho... Masih wani?

Bagi fans garis keras kubu sebelah, vokalnya Abu Nawas kepada yang sedang berkuasa dianggap sedang memihak ke kubunya. Oh, kamu salah tong, jangan ge-er dulu! Ia melakukan itu semua, memang melakukan yang sewajarnya harus dilakukan. Tanpa pretensi apa-apa. Gak pengin jadi apa-apa. La ubali!

Tetapi ya sah-sah saja kamu men-dompleng petuah-petuahnya, menggunakan kata-katanya untuk menyerang pihak yang kamu tidak sukai, tapi siap-siap terima resikonya ya.

Mungkin yang perlu kita lakukan sekarang adalah belajar kembali logika dan bahasa Indonesia. Belajar menghormati prinsip hidup yang dipegang dan diyakini oleh seseorang. Menghilangkan cara berpikir sempit dan dangkal akibat fanatisme ke suatu golongan dan perlu sedikit berpuasa. Menahan diri.

Di bulan Ramadhan ini, mungkin banyak di antara kita yang lulus puasa dalam konteks as-shiyam, menahan diri dari makan, minum dan kenthu sampai terbenamnya matahari. Tapi, yang kita perlukan saat ini adalah puasa As-shaum seperti puasa Ibundanya Nabi Isa. "Fa quli inni nadzartu li Ar-Rahmani shauma falan ukallimal yauma insiyya" (Q.S. Maryam : 26)

Friday, January 4, 2019

Daftar Peserta yang Lulus Tes CPNS Kabupaten Cirebon

Daftar Peserta yang Lulus Tes CPNS Kabupaten Cirebon

Halo Sobat, jumpa lagi dengan siklikal.com. Kali ini siklikal.com akan membagikan rekap hasil integrasi skor tes SKD dan SKB CPNS di Kab. Cirebon.

Sudah kita ketahui bahwasanya admin BKPSDM Kab. Cirebon telah merilis hasil integrasi SKD dan SKB Kab. Cirebon tadi siang. Itu artinya, peserta dengan skor tertinggi di lokasi formasinya ialah yang lulus ke tahap pemberkasan.

Siklikal.com akan membagikan rekapan hasilnya dengan file drive di bawah ini. Baik, untuk menghemat waktu, langsung saja kita lihat hasil rekapnya.


Untuk Formasi Keguruan klik di sini,

 Formasi Kesehatan bisa dilihat di sini.

Formasi lain-lain, di sini.

Nah, Sobat, bagaimana hasilnya?  Apakah kamu menjadi peserta yang skornya paling tinggi di formasi yang kamu pilih? Kalau iya, maka selamat anda lulus ke tahap pemberkasan. Bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat. Uji lagi kemampuan kamu di tes CPNS selanjutnya ya!

Friday, December 14, 2018

Rekap Hasil Skor SKD & SKB di Tes CPNS Kabupaten Cirebon


Rekap Hasil Skor SKD & SKB di Tes CPNS Kabupaten Cirebon
Pict : anaktelkom
Halo Sobat, berjumpa lagi dengan siklikal.com. Kali ini siklikal.com akan membagikan rekap hasil skor tes SKD & SKB CPNS di Kab. Cirebon.

Sudah kita ketahui bahwasanya admin BKPSDM telah merilis hasil SKB Kab. Cirebon kemarin siang.

Sambil iseng-iseng menunggu pengumuman kelulusan, siklikal.com telah merekap hasil skor SKD + SKB peserta tes CPNS Kab. Cirebon beserta akumulasi hasil jumlahnya.

Untuk yang penasaran dengan akumulasi hasil jumlahnya, siklikal.com akan membagikan rekapan hasilnya dengan file drive di bawah ini.

Untuk Guru Kelas, terdiri dari sheet-sheet per Kecamatan yang di tuju. Untuk Guru SMP, terdiri dari sheet-sheet mata Pelajaran. Untuk formasi Kesehatan terdiri dari sheet-sheet per jabatan.

Baik, untuk menghemat waktu, langsung saja kita lihat hasil rekapnya.


Untuk Guru Kelas klik di sini, Untuk Guru SMP klik di sini.

Untuk Guru PAI SD klik di sini, Formasi Kesehatan bisa dilihat di sini.

Nah, Sobat, bagaimana hasilnya?  Apakah kamu menjadi peserta yang skornya paling tinggi di formasi yang kamu pilih? Kalau iya, maka untuk sementara dipastikan aman, kita tunggu saja pengumuman resminya. 

Rekapan ini sekadar gambaran saja, bagaimana pun kita harus menunggu pengumuman resmi dari Bkpsdm Kab. Cirebon. Mudah-mudahan nama kamu termasuk di antara nama-nama yang lanjut ke tahap pemberkasan ya.

Friday, November 30, 2018

Rekap Sementara Peserta yang Melewati Passing Grade di Tes SKD CPNS Kabupaten Cirebon Beserta Lokasi Kerja yang Dipilih


CPNS CIREBON 2018

Halo Sobat, ketemu lagi dengan siklikal.com. Kali ini siklikal.com akan membagikan info yang tidak jauh-jauh dari info CPNS di Kab. Cirebon.

Sudah kita ketahui bahwasanya BKN telah merilis hasil SKD Kab. Cirebon, artinya hasil tersebut sudah diterima oleh pihak BKPSDM Kab. Cirebon, dan tinggal diumumkan saja. Mungkin dalam beberapa jam ke depan hasil tersebut akan segera diinfokan lewat website resmi Bkpsdm Kab. Cirebon.

Rekap Sementara Peserta yang Melewati PG di Tes SKD CAT CPNS Kabupaten Cirebon Formasi Keguruan Beserta Lokasi Kerja yang Dipilih
Daftar instansi yang sudah selesai verifikasi

Sambil iseng-iseng menunggu pengumuman, siklikal.com telah merekap hasil sementara peserta yang berhasil lolos melewati Passing Grade tes SKD CAT CPNS Kab. Cirebon beserta tempat / lokasi kerja yang dipilih. 

Rekap Sementara Peserta yang Melewati PG di Tes SKD CAT CPNS Kabupaten Cirebon Formasi Keguruan Beserta Lokasi Kerja yang Dipilih
Seperti biasa link-nya di bawah ya.

Untuk yang penasaran dengan peserta yang lulus dan lokasi kerjanya di mana, siklikal akan membagikan infonya dengan file drive di bawah ini. Terdiri dari sheet-sheet per jurusan yang di tuju.
Baik, untuk menghemat waktu, langsung saja kita lihat hasil rekapnya.

Untuk melihat hasil Formasi Keguruan, klik di sini.

Formasi Kesehatan klik di sini.

Untuk formasi lain-lain, silahkan klik di sini.


Nah, Sobat, bagaimana hasilnya?  Bagi lokasi kerja yang belum terisi oleh peserta yang lolos PG, berarti kamu masih ada kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya yaitu SKB. Perlu diketahui bahwa hasil ini belum final ya, disebabkan masih ada 30-an peserta yang lolos PG yang belum terrekap. Ini sekadar gambaran saja, bagaimana pun kita harus menunggu pengumuman resmi dari Bkpsdm Kab. Cirebon. Mudah-mudahan nama kamu termasuk di antara nama-nama yang lanjut ke tahap selanjutnya ya.

Friday, November 23, 2018

Daftar Nama Peserta yang Mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta Tahun 2018

Daftar Nama Peserta yang Mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta Tahun 2018

Halo Sobat Siklikal, selamat datang di blog siklikal.com. Kali ini siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang total nama-nama peserta, peserta yang melampaui/melewati batas Passing Grade dan peserta yang tidak melewati Passing Grade di  tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta Tahun 2018.

Kelulusan tes SKD Pemerintah Kab. Purwakarta sejatinya belum diumumkan secara resmi oleh pihak BKPSDM Kab. Purwakarta. Sebelum diumumkan secara resmi siapa-siapa saja peserta yang lulus, alangkah baiknya kita banyak-banyak berdoa, mudah-mudahan nama kita termasuk di antara nama-nama yang lulus. Amiin.

Namun, alangkah baiknya pula kita jangan terlalu berharap lebih, karena jika terlalu berharap nanti akan berakhir dengan kekecewaan jika kenyataannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Oke?

Di sini Siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang seluruh nama peserta yang mengikuti  tes SKD di Kab. Purwakarta yang dimulai dari Hari Minggu, 11 November sampai  dengan Senin, 12 November.

Nah, Sobat. Berikut nama-nama peserta yang mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta. Hayo, nama kamu berada di urutan berapa?
Link-nya di bawah ya, baca dengan teliti.

Siklikal.com akan menyajikannya dengan 3 sheet excel. Pertama, nama peserta yang berhasil melampaui PG. Kedua, peserta yang tidak berhasil melampaui PG. Ketiga, seluruh nama peserta yang mengikuti tes SKD di Kabupaten Purwakarta. Tentunya sudah diurut berdasarkan total nilai tertinggi hingga paling rendah.

Yuk! jangan kelamaan, kita lihat saja daftar nama-nama pesertanya. Peserta-peserta yang mengikuti tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta tahun 2018 berdasarkan total skor tertinggi.
Untuk melihat filenya silakan kunjungi google drive saya, klik di sini.



Nah, Sobat. Berikut nama-nama peserta yang mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Purwakarta. Hayo, nama kamu berada di urutan berapa?

Monday, November 12, 2018

Daftar Nama Peserta yang Mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018 Berdasarkan Skor Total Tertinggi


Daftar Nama Peserta yang Mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018 Berdasarkan Skor Total Tertinggi

Halo Sobat Siklikal, ketemu lagi dengan Siklikal.com. Kali ini siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang total nama-nama peserta, peserta yang melampaui/melewati batas Passing Grade dan peserta yang tidak melewati Passing Grade di  tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018.

Kelulusan tes SKD Pemerintah Kab. Cirebon sejatinya belum diumumkan secara resmi oleh pihak BKPSDM Kab. Cirebon. Sebelum diumumkan secara resmi siapa-siapa saja peserta yang lulus, alangkah baiknya kita banyak-banyak berdoa, mudah-mudahan nama kita termasuk di antara nama-nama yang lulus. Amiin.

Namun, alangkah baiknya pula kita jangan terlalu berharap lebih, karena jika terlalu berharap nanti akan berakhir dengan kekecewaan jika kenyataannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dan, ingat! Wa ila Robbika Farghob, Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap. Oke? ;)

Kemarin-kemarin kita sudah tahu daftar nama-nama peserta yang berhasil melampaui Passing Grade. Jadi, di sini Siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang seluruh nama peserta yang mengikuti SKD di Kab. Cirebon. Yang dimulai dari Hari Senin 29 Oktober sampai Minggu 4 November.

Siklikal.com akan menyajikannya dengan 3 sheet excel. Pertama, nama seluruh peserta. Kedua, peserta yang berhasil melampaui PG. Ketiga, nama-nama peserta yang tidak berhasil melewati PG, tentunya sudah diurut berdasarkan total nilai tertinggi hingga paling rendah.

Peserta Tes SKD CAT Pemerintah Kab. Cirebon
Link-nya di bawah ya, baca dengan teliti.
Perlu diketahui, daftar ini belum bersifat final ya… Kok masih belum final aja? Maksudnya gimana ini?

Yang dimaksud belum bersifat final yaitu, data yang Siklikal.com terima belum mencakup seluruh peserta tes SKD. Di Website BKPSDM Kab. Cirebon sendiri ada daftar nama-nama yang hilang. Misalnya, Kamis sesi 1 tidak ada 42 orang, Sesi 4-nya +- 450 orang. Jumat Sesi 1 tidak ada 21 Orang, sesi 4-nya tidak ada 21 Orang.

Setidaknya ada 500-an nama peserta yang tidak ada / tidak terdapat di dalam file pdf yang dibagikan oleh website BKPSDM. Jadi, mohon maaf bagi peserta yang tidak terdaftar di sini, Siklikal.com hanya membagikan ini sesuai data dari BKPSDM, tidak dikurang-kurangi dan tidak dilebih-lebihkan.

Yuk! jangan kelamaan, kita lihat saja daftar nama-nama pesertanya. Peserta-peserta yang mengikuti tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon tahun 2018 berdasarkan total skor tertinggi.

Untuk melihat filenya silakan kunjungi google drive saya, klik di sini.


Nah, Sobat. Berikut nama-nama peserta yang mengikuti Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon. Hayo, nama kamu berada di urutan berapa?

Friday, November 9, 2018

Daftar Nama Peserta yang Melampaui Passing Grade di Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018


Daftar Nama Peserta yang Melampaui Passing Grade di Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018

Halo Sobat Siklikal, kali ini Siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang siapa saja nama-nama peserta tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon Tahun 2018 yang berhasil melampaui Passing Grade.

Kenapa Siklikal.com memakai kata “melampaui Passing grade” bukan Lulus SKD? Karena kelulusan tes SKD Pemerintah Kab. Cirebon sejatinya belum diumumkan secara resmi oleh pihak BKPSDM Kab. Cirebon. Sedangkan yang kita tahu hanyalah daftar nama-nama peserta yang berhasil melampaui Passing Grade.

Jadi, di sini Siklikal.com akan membagikan info kepada kalian tentang nama-nama peserta yang berhasil melampaui SKD. Perlu diketahui, daftar ini belum bersifat final ya… Kok belum bersifat final? Maksudnya gimana ini?

Yang dimaksud belum bersifat final yaitu, data yang Siklikal.com terima belum mencakup seluruh peserta tes SKD. Di Website BKPSDM Kab. Cirebon sendiri ada daftar nama yang hilang, halaman pdf yang gak ada, dll.

Setidaknya ada 500-an nama peserta yang tidak ada / tidak terdapat di dalam file pdf yang dibagikan oleh website BKPSDM. Jadi, mohon maaf bagi yang merasa sudah melampaui SKD tetapi tidak terdaftar di sini, Siklikal.com hanya membagikan ini sesuai data dari BKPSDM, tidak dikurang-kurangi dan tidak dilebih-lebihkan.

Yuk! jangan kelamaan, kita lihat saja daftar nama-nama pesertanya. Peserta yang berhasil melampaui Passing grade dari 10.000-an peserta yang mengikuti tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon tahun 2018. 

DAFTAR NAMA PESERTA YANG BERHASIL MELAMPAUI PASSING GRADE

TES SKD CAT CPN PEMERINTAH KAB. CIREBON TAHUN 2018




NO.
Tanggal Tes
NAMA
TWK
TIU
TKP
TOTAL
1
Sabtu, Sesi IV
PUTRI ULIN NUHA
135
105
153
393
2
Minggu, Sesi IV
FEBI YULIANA
110
130
145
385
3
Jumat, Sesi IV
DADAN NURHAMDAN
125
105
154
384
4
Sabtu, Sesi IV
SULASTRI
115
120
148
383
5
Sabtu, Sesi III
RIKA KUSUMA SARI
125
100
154
379
6
Jumat, Sesi I
RIZKI MAULANA S
120
110
149
379
7
Sabtu, Sesi I
NURKHOLIPAH
110
120
148
378
8
Sabtu, Sesi II
WIWIK SETIANINGRUM
130
95
148
373
9
Sabtu, Sesi II
ASTRIANI HAPSARI
110
115
148
373
10
Minggu, Sesi IV
RIA ROSIANA DEWI
105
125
143
373
11
Sabtu, Sesi I
GHESA AMELIN
105
110
157
372
12
Rabu, Sesi I
NURUL FAUZIYAH L
130
90
151
371
13
Jumat, Sesi III
YANA MULYANA
115
110
146
371
14
Jumat, Sesi IV
SANDI
125
100
145
370
15
Minggu, Sesi III
MIFTAKHUL ZANNAH
120
100
147
367
16
Rabu, Sesi IV
MERIA FITHRY
115
100
148
363
17
Minggu, Sesi V
HIKMAHTIN RIMADHANI
110
105
148
363
18
Sabtu, Sesi I
CHINTIA SEPTIANI
105
115
143
363
19
Jumat, Sesi III
ADI RAMAYADI
115
100
147
362
20
Sabtu, Sesi III
NURUL QOMARIYAH
105
105
151
361
21
Minggu, Sesi I
NURTANTI PUSPA
95
120
146
361
22
Sabtu, Sesi II
NOVIANA WULANDARI
115
95
150
360
23
Sabtu, Sesi II
LIA MULIAWATI
90
120
150
360
24
Sabtu, Sesi III
NURLAELA ROSDIYANTI
115
100
145
360
25
Minggu, Sesi IV
IKA MARISKA DWI A.
100
115
145
360
26
Jumat, Sesi II
MOHAMAD TAUFIK
120
95
144
359
27
Kamis, Sesi I
R. AULIYA ULUL'ILMI F.
110
105
144
359
28
Jumat, Sesi IV
FAROUK HADY PRASETYO
110
100
148
358
29
Rabu, Sesi III
ADE NURDESSYANAH
125
85
146
356
30
Kamis, Sesi III
IRENE SILITONGA
115
90
150
355
31
Sabtu, Sesi IV
YULIA NURROCHMAN
110
95
149
354
32
Rabu, Sesi IV
KARTIKA MEILYA
100
105
149
354
33
Sabtu, Sesi IV
PUTRI KINANTI A.
95
110
149
354
34
Jumat, Sesi I
MOCH SAEFUL ARIEF
100
105
148
353
35
Jumat, Sesi III
RUSWENDI
130
80
143
353
36
Sabtu, Sesi IV
EVA NURAISAH
125
85
143
353
37
Kamis, Sesi III
YUKE ARESTI ANGELICA
95
115
143
353
38
Kamis, Sesi I
TUTI ALAWlYAH
105
95
152
352
39
Minggu, Sesi V
SILVIA DWI KENCANA
100
100
152
352
40
Jumat, Sesi III
NANA SUYANA, S.PD
115
90
147
352
41
Minggu, Sesi IV
YULIANI RISMAWATI
95
110
147
352
42
Sabtu, Sesi II
SRI HAYATI
125
80
146
351
43
Sabtu, Sesi II
FANNY DEFIANI
120
85
145
350
44
Sabtu, Sesi II
MIRANTI SANI SARA
100
105
145
350
45
Jumat, Sesi I
GIDION PANDJI R
100
95
154
349
46
Minggu, Sesi III
VIDA WAHYUNINGSIH
90
110
149
349
47
Sabtu, Sesi II
SRI UMI SYAMSIYAH
105
100
144
349
48
Sabtu, Sesi II
ALPIYAH
105
100
144
349
49
Minggu, Sesi IV
SITI AISYAH
95
110
144
349
50
Minggu, Sesi IV
RISKA LISMAYANTI
95
110
144
349
51
Sabtu, Sesi V
ADE ADHA HILMANUDIN
100
95
153
348
52
Kamis, Sesi III
ANNISA PURWANDARI
105
95
148
348
53
Minggu, Sesi IV
NURFITRI HABIBI
95
105
148
348
54
Sabtu, Sesi II
YUNITA MAYANGSARI
110
95
143
348
55
Minggu, Sesi II
NURLAELI
100
105
143
348
56
Jumat, Sesi II
AGUS SUGIYANTO
110
90
147
347
57
Sabtu, Sesi IV
RIFANI RUFAEDAH
115
80
151
346
58
Jumat, Sesi I
YASIR KHAERUZ ZAMANI
110
90
146
346
59
Sabtu, Sesi II
DEWI APRIANI
105
95
146
346
60
Sabtu, Sesi IV
DIAN NOFIANTI
100
100
145
345
61
Minggu, Sesi V
YULI IMALIYAH
100
100
145
345
62
Rabu, Sesi IV
WINDA SARI
100
100
144
344
63
Rabu, Sesi IV
MIA MARATUSH SHOLIHA ASROR
85
105
153
343
64
Minggu, Sesi IV
LUTFİ NURUL AULIA
95
100
148
343
65
Minggu, Sesi I
DEDE NINA HERLIANJ
90
105
148
343
66
Jumat, Sesi III
FAKHRUDDIN
115
85
143
343
67
Sabtu, Sesi III
INDAH KUSUMA DEWI
110
90
143
343
68
Sabtu, Sesi II
DEWI AYU PRATIWI
105
95
143
343
69
Sabtu, Sesi IV
TIEN DWIYANTI
100
100
143
343
70
Minggu, Sesi IV
RO'AYATI
110
85
147
342
71
Rabu, Sesi IV
INDAH RATNASARI
90
90
161
341
72
Senin, Sesi II
MOHAMMAD RIDHO M.
100
90
151
341
73
Rabu, Sesi III
YULIYANTI
95
100
146
341
74
Kamis, Sesi III
LIN INDAH HIDAYATI
105
85
150
340
75
Rabu, Sesi III
TIA SITI KURNIAWATI
110
85
145
340
76
Jumat, Sesi III
ARIEF ANUGERAH R.
105
90
145
340
77
Jumat, Sesi I
MUHAMMAD LUTHFY N.
100
95
145
340
78
Sabtu, Sesi V
KANA MAULANA
100
85
154
339
79
Rabu, Sesi II
SITI ULFAH MAESAROH
100
90
149
339
80
Rabu, Sesi IV
SYARIFAH KHURAESIN
110
85
144
339
81
Kamis, Sesi III
SAONAH
105
90
144
339
82
Sabtu, Sesi IV
SINDI SUPRIHATINI
80
105
153
338
83
Senin, Sesi II
M NUR SAEPULLOH
100
90
148
338
84
Rabu, Sesi IV
GINA RIZKIKA
90
100
148
338
85
Jumat, Sesi II
MUHAMAD SOLUKHI
110
85
143
338
86
Minggu, Sesi I
RIZKY UTAMI
90
105
143
338
87
Sabtu, Sesi II
DELI NURKHOLIFAH
85
100
152
337
88
Kamis, Sesi I
LIA AMELIA
100
90
147
337
89
Rabu, Sesi IV
ENIA
105
80
151
336
90
Minggu, Sesi II
SRI UTAMI HESTIANI
90
95
151
336
91
Jumat, Sesi I
MUHAMMAD RIZOI
110
80
146
336
92
Rabu, Sesi I
MAULINA HARRIS
85
95
155
335
93
Rabu, Sesi I
SUCI RIZA RIVAN'
105
85
145
335
94
Kamis, Sesi II
TINI HARTINI
105
85
145
335
95
Rabu, Sesi IV
IDA ROSIDA
95
95
145
335
96
Minggu, Sesi IV
KHOLIFAH
95
95
145
335
97
Rabu, Sesi IV
FİA TRİ HARTAFIYANI
110
80
144
334
98
Sabtu, Sesi II
NOVIA DWI IRSANTI
100
90
144
334
99
Jumat, Sesi II
HARIS RAHMAN F.
95
95
144
334
100
Sabtu, Sesi III
DEWI ANGGRAENI A.
100
90
143
333
101
Minggu, Sesi IV
RIZKY NURUL AMALIA
100
90
143
333
102
Sabtu, Sesi III
MEGA AYU NOVIANTI
95
95
143
333
103
Rabu, Sesi III
KHAERUNNISA
100
80
152
332
104
Sabtu, Sesi I
MOKHAMAD SUBAGJA
95
85
152
332
105
Minggu, Sesi III
HILDA SANDRAYANTI
95
90
147
332
106
Kamis, Sesi II
OLIFAH
75
100
155
330
107
Rabu, Sesi II
NOVI GESTIANI
80
100
150
330
108
Minggu, Sesi I
IDAH KOSIDAH
105
80
145
330
109
Rabu, Sesi II
WINDRIYANI
100
85
145
330
110
Jumat, Sesi I
ZAENAL ABIDIN
100
85
145
330
111
Minggu, Sesi III
EGA MEGAWATI
100
85
145
330
112
Minggu, Sesi V
ITA NARULITA
100
85
145
330
113
Rabu, Sesi IV
HENI WAHYUNI
95
90
145
330
114
Sabtu, Sesi IV
RINA ELIYAH
95
90
145
330
115
Minggu, Sesi IV
PUSPITA PEBRIYANTY
95
90
145
330
116
Sabtu, Sesi II
NINA MARYANA
100
85
144
329
117
Kamis, Sesi III
CINDY PRASASTI
95
85
148
328
118
Sabtu, Sesi III
YUKE ENDAH PRATIWI
95
85
148
328
119
Rabu, Sesi V
INTAN CHOERUN NISA
100
85
143
328
120
Kamis, Sesi I
SRI RATNA SETIAWATI
95
90
143
328
121
Minggu, Sesi III
TITA HERNITA PRATIWI
95
90
143
328
122
Jumat, Sesi II
MAKHFUD ALMA‘ARIF
85
100
143
328
123
Jumat, Sesi III
YAYANG RIZKI
95
80
151
326
124
Minggu, Sesi II
RAISA MUTHIARANI
95
85
146
326
125
Sabtu, Sesi II
NIKE KUMALA
90
90
146
326
126
Sabtu, Sesi III
SITI AMALIAH ALI
90
85
150
325
127
Kamis, Sesi I
JESSICA GARCI PUSPITA
90
90
145
325
128
Sabtu, Sesi II
SUCI HENTRIESA
90
90
145
325
129
Minggu, Sesi IV
OOM QOMARIYAH
90
90
145
325
130
Sabtu, Sesi II
NUR HIDAYAH FUJI H.
85
95
145
325
131
Minggu, Sesi III
WIDYA NUR AMALIA
90
85
149
324
132
Rabu, Sesi V
SITI YULIANI DEWI A.
80
95
149
324
133
Rabu, Sesi IV
RISMA YUHLIAWATI
100
80
144
324
134
Rabu, Sesi III
SITI NUR ROMADHON N.
80
100
144
324
135
Rabu, Sesi II
IZTI AELIYAH
100
80
143
323
136
Rabu, Sesi V
FITRIANI
100
80
143
323
137
Sabtu, Sesi II
DWITYA SEPTIANI
95
85
143
323
138
Senin, Sesi I
BAYU REYNALDI P.
85
85
152
322
139
Sabtu, Sesi II
NUNUNG NURHAYATI
80
90
152
322
140
Sabtu, Sesi II
DIANA PUTRI
95
80
147
322
141
Sabtu, Sesi V
LUKMANNUDIN
75
95
151
321
142
Kamis, Sesi II
DENA JULISTIANI
90
85
146
321
143
Sabtu, Sesi III
PURWANING HIDAYAJATI
90
85
146
321
144
Jumat, Sesi IV
HANIEF INSAN ARIF
80
90
150
320
145
Jumat, Sesi III
RAHMAT ROMEO
90
85
145
320
146
Minggu, Sesi II
SUHERNI
90
85
145
320
147
Jumat, Sesi I
BAGJA SURYA AGUNG
80
95
145
320
148
Sabtu, Sesi I
ROAENAH
90
80
148
318
149
Sabtu, Sesi II
DANI INDAH FEBRIANTI
95
80
143
318
150
Rabu, Sesi I
ERNA SRINIAWATI
90
85
143
318
151
Minggu, Sesi IV
NURULLAILI PIJJI LESTARI
85
90
143
318
152
Jumat, Sesi II
ALFAN FALAH
80
95
143
318
153
Sabtu, Sesi I
RETNO CITRANING ASIH
85
80
152
317
154
Sabtu, Sesi III
SITI MAKHMUDAH
90
80
145
315
155
Jumat, Sesi IV
DODO HIDAYAT
85
85
145
315
156
Kamis, Sesi II
NUNUNG NURIYAH
75
90
149
314
157
Jumat, Sesi II
HENDRA
90
80
144
314
158
Sabtu, Sesi III
DIAN FEBRIANI
85
85
144
314
159
Jumat, Sesi II
ANTON AGUS B.
80
90
144
314
160
Rabu, Sesi II
SEKAR NURGUPITA
80
85
148
313
161
Jumat, Sesi IV
JULI ALFARIS
90
80
143
313
162
Jumat, Sesi II
MUHAMAD DWI c.
85
85
143
313
163
Jumat, Sesi III
MUHAMMAD OLISH NUR.
85
85
143
313
164
Sabtu, Sesi IV
IDAYANI
75
90
147
312
165
Minggu, Sesi IV
FITRI DAMAYANTI
75
85
150
310
166
Rabu, Sesi II
PIJJI ASTUTI
85
80
145
310
167
Minggu, Sesi II
ELY KURNIASIH
85
80
145
310
168
Minggu, Sesi III
SUPRIATIN
85
80
145
310
169
Rabu, Sesi III
FAR IKHA
80
85
145
310
170
Jumat, Sesi II
YOGI HIDAYAT
80
85
145
310
171
Jumat, Sesi II
M. NURHIDAYAT
75
90
144
309
172
Rabu, Sesi I
NITA ARYANTI
75
85
148
308
173
Minggu, Sesi III
ANGGI ANGGRIYANA N.
80
85
143
308
174
Kamis, Sesi III
AMAH NI'AMAH
75
90
143
308
175
Kamis, Sesi I
SITI HAJJAR
80
80
147
307
176
Minggu, Sesi V
AMINAH
80
80
146
306
177
Sabtu, Sesi I
MUTI MERDlANA D.
75
80
150
305
178
Rabu, Sesi II
HILMAH
80
80
145
305
179
Kamis, Sesi II
INDAH MUSTIKA NINGSIH
75
85
145
305
180
Jumat, Sesi II
OMAN RINGGIT
80
80
144
304
181
Rabu, Sesi IV
IRMA MAULYDIA
80
80
143
303
182
Sabtu, Sesi I
RINA MARINA
80
80
143
303
183
Kamis, Sesi I
IRMA AGUSTIN
75
80
144
299
184
Minggu, Sesi III
DEASY NURDIANA SARI
75
80
143
298

Nah, Sobat. Berikut nama-nama peserta yang berhasil melampaui passing grade Tes SKD CAT CPNS Pemerintah Kab. Cirebon. Hayo, nama kamu berada di urutan berapa?

Mohon maaf kalau ada nama peserta yang merasa nilainya sudah melampaui PG tetapi tidak tercantum di daftar di atas, dikarenakan saya rekap berdasarkan data yang disajikan oleh BKPSDM.


Bagi kalian yang merasa melampaui PG, lebih baik segera komentar di kolom komentar, biar segera saya perbaiki ya Sobat.

Sumber yang saya dapatkan, langsung dari website BKPSDM Kab. Cirebon. Bisa dilihat di sini.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html