Monday, January 15, 2018

11 Kesalahan Logika Yang Sering Kita Alami

11 Kesalahan logika
Sumber gambar : saranginfo.com
Halo Sobat Siklikal, kali ini kita akan membahas kesalahan dalam berpikir atau berlogika, atau istilah kerennya Logical Fallacy. Kesalahan atau kesesatan logika adalah kekeliruan dalam bernalar atau berargumentasi. Penyebabnya bisa dari pengambilan kesimpulan yang tidak sahih, melanggar ketentuan-ketentuan dalam berlogika, atau dengan menggunakan bahasa serta penekanan kata-kata yang menyebabkan persambungan gagasan yang tidak tepat.

11 kesalahan dalam berlogika di bawah ini pasti sering kamu temui atau bahkan kamu alami sendiri. Apa saja kesalahan logikanya? Yuk mari kita cermati istilah-istilah dan pengertiannya.

1.      Argumentum Ad Hominem
Kesalahan logika ini terjadi ketika kita tidak membantah isi argumen seseorang, malah berupaya menyerang hal-hal pribadi atau sifat negatif lawan yang tidak ada hubungannya dengan argumen yang sedang dibicarakan.

Contoh :
X
Dari pembahasan yang sudah dipaparkan tadi, jadi kita tidak boleh membuang sampah sembarangan.
Y
Hadeuh.. Cewek gembrot, kudisan, bau kencur. Tahu apa sih kamu! Dasar anak ingusan.

2.      Beban Pembuktian (Burden Of Proof)
Kesalahan logika ini terjadi ketika kita tidak menyediakan bukti atas argumentasi atau klaim kita, malah justru meminta lawan untuk mencari bukti bahwa klaim kita salah. Padahal kita lah yang semestinya bertanggungjawab menyediakan bukti.

Contoh :
C
Singa kalau dikawinkan dengan kancil, anaknya jadi buaya loh..
D
Masa? Mana buktinya?
C
Cari aja di Google!

3.      Appeal To Authority
Percaya bahwa jika otoritas menyatakan sesuatu, maka hal tersebut merupakan kebenaran yang valid, tanpa perlu menyelidikinya lebih lanjut.

Contoh :
a. Pada rezim Soeharto ada program Keluarga Berencana.
P
2 Anak lebih baik!

b. Peringatan bahaya rokok.
P
Merokok membunuhmu!

4.      Rombongan Kereta (Bandwagon)
Kesalahan atau kesesatan ini terjadi ketika kita menganggap sesuatu itu benar hanya karena banyak orang juga memercayai atau melakukan hal yang sama.

Contoh :
X
Hei mas, jangan buang sampah sembarangan dong!
Y
Halah, yang lain juga pada buang sampah sembarangan kok.

5.      Hitam Putih (Black Or White)
Kesalahan ini terjadi ketika kita percaya hanya ada dua pilihan atau dua kemungkinan saja. Hitam dan Putih. Sementara bisa jadi masih banyak kemungkinan lainnya.

Contoh :
A
Kamu salah, hanya saya yang benar!
B
Kamu yang salah, saya yang paling benar.
C
Sudah-sudah... Bisa jadi kalian berdua benar, atau kalian sama-sama salah.

6.      Penalaran Berputar (Circular Reasoning)
Kesalahan atau kesesatan ini terjadi ketika argumen kita mengandung asumsi atau pembuktian yang berputar-putar.

Contoh :
1
Senior pasti benar, karena senior tidak pernah salah.
2
Senior tidak pernah salah, karena senior selalu benar.

7.      Argumen Ketidaktahuan (Argumentum Ad Ignorantiam)
Kesalahan ini disebabkan ketika kita memasti-mastikan sesuatu yang belum kita ketahui.  Padahal belum tentu bahwa apa yang tidak kita ketahui itu benar-benar tidak ada.

Contoh : Orang Ateis.
A
Tuhan itu tidak ada!

8.      Ambigu 
Kesalahan atau kesesatan ini terjadi ketika kita mencari-cari celah pada kata atau kalimat yang bersifat ambigu/ bisa diartikan lain.

Contoh : Area bebas asap rokok
S
Oh, berarti area ini bebas untuk merokok. Hehehe

9.      Argumen Untuk Mempermalukan (Argumentum Ad Verecundiam)
Kesalahan atau kesesatan logika ini terjadi karena argumnentasi yang diberikan memang sengaja tidak terarah kepada persoalan yang sesungguhnya, tetapi dibuat sedemikian rupa untuk membangkitkan perasaan malu si lawan bicara.

Contoh: Iklan Jamu.
T
Orang Pintar minun Tolak Miskin!

10.  Kesalahan Argumen (Argument From Fallacy/ Fallacy Fallacy)
Kesalahan ini terjadi ketika kita menemukan klaim yang memiliki kesalahan argumen, kemudian kita menganggap bahwa klaimnya juga pasti salah secara keseluruhan. Padahal bisa saja klaim itu benar karena ada alasan-alasan lainnya.

Contoh :
X
Jangan menebang pohon pisang itu loh, nanti kamu bisa sakit.
Y
Ah, zaman now masih percaya takhayul aja.

11.  Sebab Palsu (False Cause)
Kesalahan ini terjadi ketika kita menyimpulkan sebab suatu kejadian secara keliru.

Contoh :
R
Setiap saya ngupil, selalu terjadi gempa bumi. Berarti upil saya bisa menyebabkan gempa bumi.

Nah, Sobat, itu dia 11 Kesalahan Logika yang sering muncul. Manakah kesalahan logika yang pernah kamu alami?


Sumber : Dari berbagai Sumber.

Location: Jl. Alternatif Cibubur KM.3, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16454, Indonesia

0 comments:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html